HARIANDATA.COM – Sikap bungkam Komisaris Daerah (Komda) Alkhairaat Pohuwato terkait polemik yang terjadi di sekolah Alkhairaat Popayato menuai sorotan keras dari Ikatan Alumni Alkhairaat Popayato (IKAAL). Tidak adanya langkah penyelesaian maupun penjelasan resmi dari Komda dinilai semakin memperkeruh situasi dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ketua Ikatan Alumni Alkhairaat Popayato (IKAAL), Ramlan Tangahu, S.H, CPLA, menilai Komda Alkhairaat Pohuwato hingga saat ini tidak menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah Alkhairaat Popayato. Padahal, menurutnya, persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan berdampak terhadap stabilitas dunia pendidikan.
“Komda sampai hari ini terkesan diam dan tidak memberikan solusi yang jelas terkait polemik yang terjadi di sekolah Alkhairaat Popayato. Ini tentu sangat disayangkan,” tegas Ramlan.
Menurutnya, lembaga pendidikan tidak boleh dibiarkan berada dalam situasi konflik berkepanjangan, karena yang paling dirugikan adalah para siswa dan keberlangsungan proses belajar mengajar.
Ramlan juga menegaskan, apabila polemik tersebut tidak segera diselesaikan secara terbuka dan transparan, maka IKAAL Popayato akan mendorong pihak Kejaksaan Negeri Pohuwato untuk melakukan audit terhadap seluruh pengelolaan anggaran Komda Alkhairaat Pohuwato.
“Jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas, maka kami akan meminta dan mendorong Kejaksaan Negeri Pohuwato untuk mengaudit seluruh anggaran Komda Pohuwato,” tegasnya.
Ia mengatakan, langkah tersebut penting dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada publik sekaligus untuk memastikan pengelolaan organisasi berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
IKAAL Popayato juga meminta seluruh pihak agar tidak menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan Alkhairaat Popayato. Menurut mereka, penyelesaian yang cepat dan terbuka sangat diperlukan demi menjaga marwah lembaga pendidikan Alkhairaat serta mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Komda Alkhairaat Pohuwato belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik tersebut.
(Redaksi/Hariandata)












