HARIANDATA.COM – Proses pengisian jabatan Pimpinan Cabang Alkhairaat Popayato kembali menjadi sorotan. Jumardin Lalesa melontarkan peringatan keras kepada Komda Alkhairaat Kabupaten Pohuwato agar tidak mengambil keputusan secara sepihak tanpa mempertimbangkan aspirasi warga Alkhairaat di tingkat akar rumput.
Menurut Jumardin, penetapan Pimpinan Cabang bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut masa depan organisasi serta kepercayaan warga Alkhairaat yang selama ini ikut membesarkan lembaga tersebut.
“Aspirasi dari bawah tidak boleh dipandang sebelah mata. Suara alumni, dewan guru, tokoh Alkhairaat, dan warga sekolah harus menjadi pertimbangan utama. Jangan sampai keputusan lahir tanpa mendengar mereka yang selama ini mengabdi dan membangun Alkhairaat di Popayato,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa keputusan yang mengabaikan aspirasi tersebut berpotensi memicu kekecewaan bahkan memperuncing dinamika internal organisasi.
“Kami mengingatkan Komda Alkhairaat Pohuwato agar berhati-hati. Jangan sampai penetapan pimpinan justru melahirkan konflik baru di tengah keluarga besar Alkhairaat Popayato. Yang dibutuhkan hari ini adalah kepemimpinan yang mampu menyatukan, bukan menimbulkan perpecahan,” ujarnya.
Jumardin menegaskan bahwa proses penentuan pimpinan harus dilandasi prinsip musyawarah, keterbukaan, serta memperhatikan rekam jejak, integritas, dan dukungan nyata dari warga Alkhairaat di tingkat cabang.
Menurutnya, keputusan yang diambil tanpa legitimasi moral dari basis organisasi berisiko menimbulkan polemik berkepanjangan dan mengganggu soliditas Alkhairaat di Popayato.
“Komda harus menunjukkan kebijaksanaan. Jadikan aspirasi dari bawah sebagai fondasi dalam mengambil keputusan. Kepemimpinan yang lahir dari kehendak bersama akan lebih mudah diterima dan mampu menjaga persatuan organisasi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Jumardin menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga kehormatan dan marwah Alkhairaat.
“Jangan abaikan suara warga Alkhairaat. Keputusan hari ini akan menentukan masa depan organisasi. Kami berharap Komda memilih jalan yang mempersatukan, bukan keputusan yang justru membuka ruang lahirnya konflik baru,” tutupnya.
(Bang/Hariandata)












