Pohuwato

Suara Rakyat Mengantar Mimpi: Perjalanan Gusnar Rupu dari Aspirasi Petani hingga Dukungan Menuju Dunia Film

×

Suara Rakyat Mengantar Mimpi: Perjalanan Gusnar Rupu dari Aspirasi Petani hingga Dukungan Menuju Dunia Film

Sebarkan artikel ini

HARIANDATA.COM – Tidak semua mahasiswa memiliki keberanian berdiri di tengah keramaian untuk menyuarakan suara rakyat. Namun, bagi Gusnar Rupu, mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo, kepentingan masyarakat selalu menjadi panggilan yang tidak bisa diabaikan.

Keberanian itulah yang kemudian mengantarkan namanya dikenal luas. Saat ribuan peserta menghadiri kegiatan nasional dan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, baru saja mengakhiri pidatonya, Gusnar memilih mengambil kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali. Dengan penuh kesantunan, namun sarat ketegasan, ia menyampaikan langsung keresahan masyarakat yang selama ini menunggu perhatian pemerintah.

“Izin, Pak Menteri. Saya mahasiswa dari ujung barat Gorontalo ingin menyampaikan, di tengah kemeriahan Penas di pusat kota, masih ada kesulitan yang dirasakan warga. Rakyat di Desa Molosipat, Popayato Barat, mengalami masalah dalam mendapatkan aliran air untuk mengairi sawah mereka,” ungkap Gusnar kala itu.

Kalimat sederhana tersebut bukan sekadar pertanyaan. Di baliknya tersimpan harapan para petani, kegelisahan masyarakat desa, dan kepedulian seorang anak muda yang tidak ingin rakyat di daerahnya terus berjuang sendirian.

Keberanian Gusnar menarik perhatian banyak pihak, termasuk pimpinan kampus. Wakil Rektor III IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Sahmin Madina, S.Sos., M.Si., secara khusus menggelar silaturahmi dan koordinasi bersama Gusnar untuk mengenal lebih dekat sosok mahasiswa yang belakangan menjadi perbincangan publik tersebut.

Dalam pertemuan itu, Dr. Sahmin mengaku awalnya hanya mengetahui bahwa Gusnar sedang mengurus proses penerbitan sebuah buku. Namun setelah berdiskusi lebih jauh, ia menemukan sosok mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam dunia akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan keberanian memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Gusnar dinilai sebagai representasi mahasiswa yang mampu menjalankan fungsi intelektual sekaligus pengabdian sosial. Ia tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendengar dan menyampaikan suara mereka.

Pembicaraan kemudian berkembang pada karya tulis yang tengah disiapkan Gusnar berjudul “Cinta yang Tak Akan Pernah Pudar oleh Waktu”. Karya tersebut mendapat perhatian khusus dari pimpinan kampus sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan produktivitas mahasiswa.
Dukungan yang diberikan tidak berhenti pada apresiasi semata.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa, pihak kampus berencana membantu mengomunikasikan naskah tersebut kepada produser film di Jakarta agar dapat dipertimbangkan untuk diadaptasi menjadi karya sinematografi.

Apabila seluruh proses berjalan sesuai harapan dan memperoleh persetujuan dari pihak terkait, Gusnar bahkan direncanakan akan diberangkatkan ke Jakarta untuk menyerahkan langsung naskah karyanya. Lebih dari itu, ia juga berpeluang terlibat sebagai aktor dalam produksi film yang diangkat dari kisah yang ditulisnya sendiri.

Perjalanan Gusnar menjadi bukti bahwa keberanian menyuarakan kebenaran tidak pernah sia-sia. Dari menyampaikan keluhan petani di pelosok desa hingga mendapatkan dukungan kampus untuk membawa karya ke tingkat nasional, langkahnya menunjukkan bahwa mimpi besar sering kali lahir dari kepedulian terhadap sesama.

Kisah ini bukan hanya tentang seorang mahasiswa. Ini adalah cerita tentang bagaimana suara rakyat yang disampaikan dengan tulus dapat membuka jalan bagi lahirnya peluang, karya, dan harapan baru. Di tengah tantangan zaman, Gusnar Rupu hadir sebagai pengingat bahwa generasi muda tidak hanya dituntut untuk cerdas, tetapi juga berani bersuara dan bermanfaat bagi masyarakat.

Karena pada akhirnya, suara yang lahir dari kepedulian akan selalu menemukan jalannya menuju perubahan.

(Bang/Hariandata)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *