Pohuwato

Lapas Pohuwato Cetak Sejarah, Turnamen Domino Perdana Jadi Inovasi Pembinaan Warga Binaan

×

Lapas Pohuwato Cetak Sejarah, Turnamen Domino Perdana Jadi Inovasi Pembinaan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

HARIANDATA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pohuwato kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang kreatif dan inovatif. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Lapas Pohuwato menggelar Turnamen Domino Perdana yang diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias dan semangat sportivitas.

Kegiatan ini menjadi warna baru dalam pola pembinaan di lingkungan lapas. Jika selama ini berbagai kompetisi yang digelar didominasi cabang olahraga seperti futsal, bola voli, dan sepak takraw, kali ini permainan domino dipilih sebagai media pembinaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu melatih konsentrasi, kemampuan berpikir strategis, serta membangun kebersamaan antarwarga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pohuwato, Fahmi Rezatya Suratman, menegaskan bahwa turnamen tersebut merupakan sebuah terobosan yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya, bahkan di lingkungan lapas dan rumah tahanan di Provinsi Gorontalo.

“Turnamen domino yang digelar hari ini merupakan yang pertama kali kami laksanakan di Lapas Pohuwato. Bahkan sejauh yang kami ketahui, untuk lingkungan lapas dan rutan di Provinsi Gorontalo, baru Lapas Pohuwato yang menyelenggarakan kegiatan turnamen domino seperti ini,” ujar Fahmi.

Menurutnya, berbagai kegiatan kompetitif yang dilaksanakan di dalam lapas memiliki nilai pembinaan yang sangat penting. Selain menjadi sarana penyaluran bakat dan minat, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, kerja sama, serta semangat positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Biasanya turnamen yang sering kami laksanakan adalah futsal, voli, dan takraw. Untuk domino, ini merupakan pengalaman pertama bagi kami. Namun melihat antusiasme warga binaan yang begitu tinggi, kegiatan ini menjadi sesuatu yang sangat positif dan layak untuk terus dikembangkan,” tambahnya.

Antusiasme peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa pembinaan tidak harus selalu dilakukan melalui pendekatan formal. Permainan yang mengandalkan kecermatan dan strategi ini dinilai mampu menjadi sarana efektif untuk melatih kemampuan berpikir, mengambil keputusan, serta membangun mental sportif di tengah warga binaan.

Pada kesempatan yang sama, Fahmi juga menyampaikan apresiasi kepada Pendiri Yayasan Rakyat Tunas Indonesia Maju (YR TIM), Yosar Ruiba, atas dukungan moril yang terus diberikan terhadap berbagai program pembinaan di Lapas Pohuwato.

“Kami atas nama keluarga besar Lapas Kelas IIB Pohuwato menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Yosar Ruiba selaku Pendiri YR TIM yang terus memberikan support dan dukungan moril kepada kami. Dukungan ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat bagi warga binaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fahmi menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan sistem pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diyakini mampu memperkuat berbagai program sosial, olahraga, maupun kegiatan edukatif yang berdampak langsung terhadap proses pembinaan warga binaan.

Melalui penyelenggaraan Turnamen Domino Perdana ini, Lapas Kelas IIB Pohuwato kembali membuktikan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek kedisiplinan semata, tetapi juga pada pengembangan karakter, kemampuan berpikir, dan keterampilan sosial warga binaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membentuk pribadi yang lebih baik sehingga siap kembali berbaur, berkarya, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya.

(Bang/Hariandata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *