Pohuwato

Pengelola Depot Air Alkhairat Popayato Jelaskan Pemanfaatan Dana untuk Mendukung Guru dan Kegiatan Sekolah

×

Pengelola Depot Air Alkhairat Popayato Jelaskan Pemanfaatan Dana untuk Mendukung Guru dan Kegiatan Sekolah

Sebarkan artikel ini

HARIANDATA.COM – Menyikapi berbagai informasi yang berkembang terkait pengelolaan Depot Air Minum Alkhairat Popayato, pengelola depot, Irianto Hiola, memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan dana yang selama ini dikelola untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan Alkhairat.

Menurut Irianto, keberadaan depot air selama ini tidak hanya berfungsi sebagai unit usaha, tetapi juga menjadi salah satu sumber pendanaan yang membantu berbagai kebutuhan sekolah, khususnya bagi guru-guru honorer yang selama ini belum memperoleh berbagai tunjangan sebagaimana diterima oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia menjelaskan bahwa setiap tahun sebagian pendapatan depot dialokasikan untuk pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada guru dan tenaga kependidikan. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap para guru honorer yang selama ini mengabdikan diri di sekolah-sekolah Alkhairat.

“Kasihan guru-guru honor yang setiap tahunnya tidak pernah mendapatkan THR dari sumber lain. Karena itu, sebagian anggaran depot kami prioritaskan untuk membantu mereka,” ujar Irianto.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pendapatan depot juga kerap digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan siswa. Sejumlah kegiatan pondok pesantren maupun sekolah yang dilaksanakan di Gorontalo, termasuk partisipasi siswa dalam kegiatan di perguruan tinggi, turut mendapat dukungan pembiayaan dari dana depot.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan besaran THR yang diterima guru tidak selalu sama setiap tahun karena sebagian dana harus dialokasikan untuk kebutuhan mendesak dan kegiatan pendidikan lainnya.

“Pendapatan depot tidak menentu. Kadang hanya berkisar dua hingga tiga juta rupiah per bulan. Namun selama saya mengelola, guru-guru tetap mendapatkan THR sesuai kemampuan keuangan yang ada,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam pembagian THR diterapkan sistem proporsional dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing penerima. Guru honorer mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pegawai yang sudah berstatus ASN atau telah menerima tunjangan sertifikasi dan berbagai hak lainnya dari pemerintah.

“Pertimbangannya adalah aspek keadilan. ASN sudah mendapatkan gaji ke-13 dan THR dari pemerintah, sehingga kami lebih memprioritaskan guru honorer yang sangat membutuhkan tambahan penghasilan,” katanya.

Selain untuk kesejahteraan guru, dana depot juga disebut telah digunakan untuk mendukung kebutuhan akreditasi sekolah, baik di tingkat Madrasah Aliyah maupun Madrasah Tsanawiyah Alkhairat Popayato.

Menanggapi isu yang berkembang terkait penggunaan fasilitas depot, Irianto menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memanfaatkan usaha tersebut untuk kepentingan pribadi. Ia mengaku tetap membeli air sebagaimana pelanggan lainnya dan tidak pernah mengambil keuntungan dari pengelolaan depot.

“Saya sendiri kalau membeli air tetap membayar seperti pelanggan lain. Saya tidak pernah meminta air secara gratis karena saya memahami ada pekerja yang harus mendapatkan upah dari setiap galon yang terjual,” ujarnya.

Irianto juga menegaskan bahwa keterlibatannya dalam pengelolaan depot semata-mata didorong oleh keinginan membantu keberlangsungan pendidikan Alkhairat di Popayato.

“Saya hanya berusaha membantu Alkhairat semampu saya. Harapan saya, semua pihak dapat melihat persoalan ini secara utuh dan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk kemajuan pendidikan Alkhairat ke depan,” tutupnya.

Pernyataan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai pengelolaan dana depot air, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang konstruktif demi kemajuan lembaga pendidikan Alkhairat di Popayato.

 

(Redaksi/Hariandata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *