Pohuwato

MI Alkhairaat Popayato Krisis Guru, Warga Soroti Minimnya Dukungan Anggaran

×

MI Alkhairaat Popayato Krisis Guru, Warga Soroti Minimnya Dukungan Anggaran

Sebarkan artikel ini

HARIANDATA.COM – Kondisi memprihatinkan tengah dialami MI Alkhairaat Popayato. Madrasah yang menjadi tempat menimba ilmu bagi anak-anak di wilayah Popayato itu kini dikabarkan mengalami krisis tenaga pengajar yang cukup serius.

Sekolah tersebut disebut hanya dijalankan oleh seorang kepala sekolah dan satu orang guru aktif untuk melayani proses belajar mengajar para siswa. Keterbatasan itu membuat kegiatan pendidikan berlangsung dalam kondisi serba minim dan penuh keterbatasan.

Situasi tersebut memantik keprihatinan masyarakat dan tokoh setempat. Mereka menilai persoalan kekurangan guru tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut masa depan pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Dengan jumlah tenaga pendidik yang sangat terbatas, proses pembelajaran dinilai sulit berjalan maksimal. Beban mengajar yang tinggi dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas pendidikan serta efektivitas kegiatan belajar di madrasah.

“Ini tentu sangat memprihatinkan. Bagaimana mungkin proses pendidikan berjalan optimal jika hanya ditangani satu kepala sekolah dan satu guru. Anak-anak membutuhkan perhatian dan pembelajaran yang layak,” ujar salah satu tokoh masyarakat. Kamis (14/05/2026)

Masyarakat juga menyoroti minimnya dukungan anggaran untuk penambahan tenaga guru di sekolah tersebut. Mereka berharap pihak yayasan maupun instansi terkait segera mengambil langkah nyata guna memenuhi kebutuhan tenaga pendidik yang sangat mendesak.

Ironisnya, pihak Alkhairaat diketahui memiliki unit usaha depot air minum yang beroperasi di wilayah setempat. Namun keberadaan usaha itu dinilai belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan dasar pendidikan, khususnya untuk pembayaran honor guru.

“Kalau memang ada usaha yang berjalan, masyarakat berharap hasilnya juga bisa membantu menopang kebutuhan sekolah, terutama pembayaran gaji guru agar proses pendidikan tetap berjalan baik,” tambah warga lainnya.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari seluruh pihak, baik yayasan maupun pemerintah terkait, agar MI Alkhairaat Popayato dapat kembali memiliki tenaga pengajar yang memadai.

Selain penambahan guru, warga juga meminta adanya transparansi dalam pengelolaan usaha yayasan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan di sekolah-sekolah Alkhairaat, khususnya di wilayah Popayato.

(Bang/Hariandata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *