Pohuwato

4.000 Anak Tidak Sekolah di Pohuwato, Fakta atau Sekadar Data?

×

4.000 Anak Tidak Sekolah di Pohuwato, Fakta atau Sekadar Data?

Sebarkan artikel ini

HARIANDATA.COM – Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mengintensifkan upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Berdasarkan hasil konsolidasi Data Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Gorontalo triwulan pertama tahun 2026 yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi bersama UPT Kementerian Dikdasmen, angka ATS di Kabupaten Pohuwato dilaporkan mengalami penurunan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pohuwato, Arman Mohammad, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi dan validasi data secara langsung di lapangan.

Kegiatan tersebut telah berlangsung sejak Maret 2026 sebagai tindak lanjut dari hasil konsolidasi di tingkat provinsi.

“Angka sekitar 4.000 ATS di Pohuwato merupakan akumulasi data beberapa tahun terakhir, terutama sejak pasca pandemi Covid-19 hingga tahun 2025,” jelas Arman.

Ia menambahkan, angka ATS tertinggi berada pada kelompok usia transisi pendidikan, khususnya dari lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SLTA, serta lulusan SLTA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Secara keseluruhan, jumlah ATS di Provinsi Gorontalo tercatat sekitar 26.000 anak atau sekitar 10 persen dari total anak usia sekolah.

Namun demikian, Arman menegaskan bahwa istilah Anak Tidak Sekolah tidak selalu berarti anak tersebut tidak pernah mengenyam pendidikan.

“Perlu dipahami bahwa ATS adalah anak usia 7 hingga 18 tahun yang tidak terdata sedang bersekolah atau tidak tercatat melanjutkan ke jenjang berikutnya. Bisa saja mereka sudah lulus, tetapi langsung bekerja,” ujarnya.

Selain itu, terdapat pula perbedaan antara jumlah lulusan SLTA dengan data mahasiswa yang tercatat masuk perguruan tinggi. Selisih data tersebut turut masuk dalam kategori ATS.

“Data 4000 ATS itu masih mentah.berapa pastinya adalah hasil validasi lapangan.bisa saja mereka sudah sekolah tapi di data masih ada,” tutur Arman Mohammad.

Di sisi lain, ada juga lulusan yang melanjutkan pendidikan di luar daerah, namun belum terverifikasi dalam sistem pendataan.

Dengan berbagai kondisi tersebut, kata Arman, Dinas Pendidikan Pohuwato menegaskan bahwa tidak seluruh ATS merupakan anak yang tidak pernah bersekolah.

“Oleh karena itu, proses verifikasi dan validasi terus dilakukan agar data yang dihasilkan lebih akurat dan dapat menjadi dasar kebijakan pendidikan yang tepat sasaran,” tutupnya.

 

(Bang/Hariandata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *