HARIANDATA.COM – Forum Lintas Popayato Bersaudara menyatukan persepsi untuk mengawal pemerataan pembangunan dan keadilan kebijakan di Kabupaten Pohuwato.
Hal itu mengemuka dalam silaturahmi tokoh masyarakat Popayato Timur, Popayato Induk, dan Popayato Barat, Minggu (25/10/2026).
Roni Ismail, Baate Lo Popayato Barat, bersama Ustadz Ramlin Daud, S.Pd.I, dan Ikbar Salam, S.Pd., membahas sejumlah persoalan, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, penanganan ruas Dambalo–Telaga hingga transparansi penempatan pejabat di lingkungan pemerintah daerah.
Roni Ismail menegaskan bahwa semangat pemekaran wilayah harus tetap menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan pelayanan publik yang adil bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, Popayato tidak menuntut keistimewaan, melainkan perhatian yang proporsional sesuai kebutuhan masyarakat.
Forum tersebut juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pohuwato agar lebih terbuka dalam menyampaikan data anggaran, prioritas pembangunan, serta kebijakan kepegawaian.
“Pohuwato adalah milik seluruh masyarakatnya. Karena itu, pembangunan harus dirasakan secara adil oleh semua wilayah, bukan hanya terpusat di sekitar pusat pemerintahan,” menjadi pesan utama yang diangkat dalam konsolidasi tersebut.
Forum Lintas Popayato Bersaudara diharapkan menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi dan mengawal kebijakan pemerintah secara konstruktif demi terwujudnya Kabupaten Pohuwato yang adil dan makmur.










