HARIANDATA.COM – Keterbatasan fiskal daerah tidak menyurutkan langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pohuwato dalam menjalankan berbagai program pendidikan.
Kepala Dikbud Kabupaten Pohuwato, Arman Mohammad, mengatakan kondisi tersebut justru mendorong pihaknya untuk melakukan berbagai terobosan melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi dan lembaga.
Langkah itu, kata Arman, sejalan dengan arahan Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga dan Wakil Bupati Pohuwato agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) mampu berkreasi dan berinovasi, meski dihadapkan pada keterbatasan pembiayaan.
“Karena pembiayaan terbatas kepada kami, maka kami berusaha menggandeng instansi lain. Kali ini saya menggandeng dua instansi pada hari yang sama,” ungkap Arman.
Salah satu kolaborasi dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pohuwato.
Kerja sama tersebut berkaitan dengan pembahasan kurikulum, khususnya upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan pendidikan.
Menurut Arman, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Dikbud untuk memastikan program pendidikan tetap berjalan, sekaligus memperkuat edukasi dan pencegahan narkotika sejak dini.
Selain dengan BNN, Dikbud Pohuwato juga melaksanakan kegiatan bersama Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) pada hari yang sama.
Arman menjelaskan, kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan salah satu strategi agar keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan terhentinya program-program pendidikan di Kabupaten Pohuwato.
“Kami berkolaborasi dengan lembaga lain agar program kami di Dikbud tetap berjalan lancar. Ini cara kami menindaklanjuti apa yang diperintahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato, agar dinas tidak stagnan, tetapi tetap berkolaborasi dan berinovasi,” pungkasnya.












