HARIANDATA.COM – Sejumlah warga Popayato, Kabupaten Pohuwato, yang bekerja di PT Biomassa Jaya Abadi (BJA) Group dibuat geram dengan dugaan pernyataan yang disampaikan oleh salah satu pejabat perusahaan berinisial SF, yang diketahui menjabat sebagai Koordinator Pabrik.
SF diduga mengeluarkan pernyataan yang dianggap menyinggung pekerja lokal dengan membawa-bawa identitas suku tertentu. Selain itu, ia juga diduga beberapa kali mengunggah konten yang menampilkan senjata tajam di media sosial dengan narasi yang dinilai bernada provokatif.
Menurut sumber Harianpost.id, sebelum persoalan ini mencuat ke publik, SF juga sempat bermasalah dengan salah seorang pekerja lokal asal Popayato.
“Dia (SF) juga sering memecat karyawan lokal Popayato dan sering mengeluarkan pernyataan bernada provokatif yang menantang pekerja lokal,” ungkap sumber Harianpost.id, Sabtu (25/7/2026).
Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi dari para pekerja lokal. Setelah mendapat respons keras, SF akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video yang dibuatnya.
Dalam video tersebut, SF mengakui kekhilafannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa tersinggung.
“Atas nama pribadi dan keluarga saya meminta maaf sedalam-dalamnya karena sudah mengeluarkan pernyataan yang menyinggung, dan saya juga meminta maaf atas postingan saya terkait senjata tajam yang berbau provokatif,” ujar SF dalam video permintaan maafnya.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, sumber Harianpost.id menilai permohonan maaf saja belum cukup. Ia meminta Direksi PT BJA Group mengambil langkah tegas terhadap SF agar kejadian serupa tidak terulang.
“Tidak hanya minta maaf, dia harus diberikan sanksi, bahkan kalau perlu harus dipecat. Dia harus keluar dari tanah Popayato ini karena dia sudah menyinggung dan menantang kami,” tegas sumber Harianpost.id.
Sumber tersebut juga mengingatkan bahwa penanganan yang tegas dari perusahaan penting dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah munculnya persoalan yang lebih luas di tengah masyarakat.
Saat dikonfirmasi Harianpost.id, Direktur PT BJA Group, Zunaidi, menyampaikan bahwa SF tidak memiliki maksud untuk menyinggung pihak mana pun.
“Tidak ada maksud untuk menyinggung. Mohon maaf atas khilaf yang bersangkutan,” ujar Zunaidi.
(Bang/Hariandata)












