Hukum

Soal Banjir Hulawa, Pemuda Muhammadiyah Pohuwato Nilai Kapolda Lebih Berani ke Rakyat Kecil

×

Soal Banjir Hulawa, Pemuda Muhammadiyah Pohuwato Nilai Kapolda Lebih Berani ke Rakyat Kecil

Sebarkan artikel ini

HARIANDATA.COM – Ungkapan Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., yang menyebut bahwa PETI merupakan penyebab banjir di Pohuwato mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Pernyataan Kapolda itu disebut sebagai ketidaktahuan Kapolda atas kondisi real di lapangan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Pohuwato, Rahmat G. Ebu.

Menurut Rahmat, Kapolda tidak punya cukup pengetahuan untuk menyebut bahwa sumber utama penyebab banjir adalah aktivitas pertambangan rakyat. Pernyataan seperti ini, harusnya didasari pada hasil penelitian yang objektif.

“Di Pohuwato ada aktivitas pertambangan rakyat itu adalah satu hal. Tapi Kapolsa tidak bisa menafikkan kerusakan lingkungan dalam bentuk hal yang lain, seperti perusahaan,” ucap Rahmat.

Lebih jauh, Rahmat meyakini bahwa Kapolda tidak akan mengeluarkan pendapat semacam itu kalau dia mau menggunakan sedikit pikirannya. Kata Rahmat, dibanding tambang rakyat, daya rusak perusahaan terhadap lingkungan lebih besar.

“Bandingkan saja daya rusaknya. Pertambangan rakyat yang dikelola secara tradisional tidak akan mampu menciptakan daya rusak sebesar daya rusak perusahaan,” ungkapnya.

Rahmat menduga bahwa Kapolda sudah main mata dengan perusahaan. Pasalnya, dalam hasil investigasinya tidak pernah bahkan tidak berani menyebut bahwa perusahaan sebagai bagian dari kerusakan alam dan penyebab banjir.

“Wajar jika kami menduga semacam itu. Kapolda terkesan hanya berani pada rakyat kecil dan cenderung mengabaikan korporasi yang dokumen AMDALnya bermasalah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *