Pohuwato

Banjir Hulawa dan Luka Warga: Pernyataan Kapolda Dinilai Menambah Perih Derita

×

Banjir Hulawa dan Luka Warga: Pernyataan Kapolda Dinilai Menambah Perih Derita

Sebarkan artikel ini

HARIANDATA.COM – Pernyataan Kapolda Gorontalo terkait banjir yang melanda Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, menuai kritik keras dari masyarakat. Sikap orang nomor satu di Polda Gorontalo itu dinilai tidak menunjukkan empati dan keberpihakan terhadap warga yang menjadi korban bencana.

Kritik tersebut disampaikan Mohamad Rusli Laki. Ia menilai pernyataan Kapolda justru melukai perasaan masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan dampak banjir dan kerusakan lingkungan.

“Pernyataan Kapolda Gorontalo sungguh memilukan dan menggores hati rakyat yang terdampak langsung,” ujar Rusli.

Rusli mempertanyakan maksud dan substansi kunjungan Kapolda ke wilayah Hulawa. Menurutnya, kehadiran Kapolda tidak menyentuh akar persoalan karena tidak dilakukan bersama pemerintah daerah dan tidak menyasar langsung masyarakat terdampak.

“Seharusnya Kapolda datang bersama pemerintah setempat dan menemui warga yang menderita akibat banjir. Tapi yang terjadi justru lebih banyak berinteraksi dengan pihak perusahaan. Ini ironis dan sangat lucu,” tegasnya.

Ia menilai, pernyataan Kapolda terkesan membela satu pihak dan mengabaikan fakta kerusakan lingkungan yang selama ini dirasakan masyarakat. Hal itu, menurut Rusli, mencederai semangat kepolisian sebagai institusi yang mengklaim berpihak kepada rakyat.

Rusli juga menuding Kapolda hanya melihat kondisi lapangan secara sepintas dan menerima informasi sepihak. Ia menyebut wilayah terdampak banjir parah bukan hanya satu titik, sebagaimana yang disampaikan.

“Kapolda hanya melihat wilayah Botudulanga dan mendengar keterangan dari pihak perusahaan. Padahal fakta di lapangan, wilayah yang paling parah terdampak banjir adalah Alamotu,” ungkapnya.

Lebih jauh, Rusli menjelaskan bahwa banjir Hulawa tidak bisa dilepaskan dari persoalan sedimentasi sungai yang telah berlangsung bertahun-tahun. Ia menyebut proyek infrastruktur sekitar tiga tahun lalu menjadi pemicu utama masuknya sedimentasi besar ke sejumlah daerah aliran sungai.

“Sedimentasi dari Baginite, Para Pani, Borose, dan Ilota Kanan masuk ke DAS Borose, Sungai Kaya, Ilota, dan Alomatu. Volume sedimentasinya sangat besar dan ini yang seharusnya dipahami,” jelas Rusli.

Selain itu, ia juga menyoroti banjir di sekitar Kantor Desa Hulawa yang disebutnya berkaitan langsung dengan aktivitas pembangunan tower listrik.

“Banjir di sekitar Kantor Desa Hulawa itu akibat pembuatan tower listrik,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Rusli meminta Kapolda Gorontalo agar bersikap objektif dan turun melihat kondisi lapangan secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan penjelasan pihak tertentu.

“Lihat fakta di lapangan, Pak. Jangan hanya mendengar mulut manis pihak perusahaan dan peta yang tidak masuk akal. Kami mungkin tidak berpendidikan tinggi, tapi kami tidak bodoh dalam berpikir,” pungkasnya.

(Bang/Hariandata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *