Bisnis

Melestarikan Tradisi Tumbilotohe, FOKAL Pohuwato Hadirkan Festival Budaya Ramadan

×

Melestarikan Tradisi Tumbilotohe, FOKAL Pohuwato Hadirkan Festival Budaya Ramadan

Sebarkan artikel ini

HAIANDATA.COM – Menjelang penghujung bulan suci Ramadan, Forum Karyawan Lokal (FOKAL) Pohuwato menginisiasi Merdeka Festival Tumbilotohe yang berlangsung pada 16–18 Maret 2026 di pelataran Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Tambang Emas Pani sebagai bagian dari komitmen pelestarian budaya daerah.

Tumbilotohe, yang berarti “pasang lampu”, merupakan tradisi khas Gorontalo yang dilakukan pada tiga malam terakhir Ramadan dengan menyalakan lampu minyak maupun lampu hias di halaman rumah, jalan, dan sekitar masjid.

Tradisi ini melambangkan penerangan jiwa, ungkapan rasa syukur, serta penanda berakhirnya bulan suci sekaligus menyambut malam Lailatul Qadar.

Ketua pelaksana kegiatan, Dwiki Nihe, menyampaikan bahwa festival ini menjadi inisiatif FOKAL untuk menjembatani hubungan antara perusahaan dan masyarakat melalui pendekatan budaya.

“Tujuan utama kami adalah melestarikan budaya Gorontalo sekaligus memperkenalkan keberadaan perusahaan kepada masyarakat luas di Pohuwato,” ujarnya.

Festival tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.

Selain prosesi penyalaan lampu, rangkaian acara juga diisi dengan sejumlah perlombaan, seperti lomba adzan, pembuatan video reels, Mohungguli Tumbilotohe (cerita sejarah dalam bahasa Gorontalo), serta lomba da’i cilik.

Tingginya partisipasi masyarakat dinilai mampu mempererat hubungan antara komunitas lokal dan perusahaan.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Takmir Masjid Agung Baiturrahim, serta Lembaga Adat Kabupaten Pohuwato.

Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan festival.
CSR Manager Tambang Emas Pani, Mahesha Lugiana, menegaskan bahwa dukungan perusahaan merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

“Kami meyakini bahwa keberadaan perusahaan harus berjalan seiring dengan nilai-nilai lokal. Dukungan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dan rasa memiliki terhadap program perusahaan,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Kepala Dinas Pendidikan, H. Arman Mohamad.

Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk sinergi positif antara dunia industri dan pelestarian nilai-nilai budaya.

“Di tengah kesibukan industri pertambangan, karyawan tetap mampu berkontribusi menjaga budaya bernuansa Islam dan menebar kebaikan,” ungkapnya.

Salah satu warga, Ismawati Madu, yang menjadi pemenang lomba video reels, turut menyampaikan kesannya.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi dan berpartisipasi aktif dalam tradisi Tumbilotohe.

Melalui festival ini, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal Gorontalo dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus memperkuat harmoni antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat di Kabupaten Pohuwato.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *