Pohuwato

KNPI Pohuwato “Pasang Badan” di Tengah Kisruh Tambang: IPR Didorong, Hak Penambang Dikawal

×

KNPI Pohuwato “Pasang Badan” di Tengah Kisruh Tambang: IPR Didorong, Hak Penambang Dikawal

Sebarkan artikel ini

Hariandata.com – Dinamika sektor pertambangan di Kabupaten Pohuwato yang kian kompleks akhirnya mendapat respons tegas dari kalangan pemuda. Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pohuwato, Fardiyanto Mohi, secara resmi menyampaikan deklarasi sikap organisasi yang dipimpinnya sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam isu strategis daerah.

Dalam pernyataan tersebut, KNPI Pohuwato menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan dalam mengawal kepentingan masyarakat, khususnya para penambang lokal yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Salah satu poin utama yang disuarakan adalah dorongan percepatan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). KNPI menilai, kehadiran IPR menjadi kunci penting dalam memberikan kepastian hukum bagi masyarakat penambang, sekaligus sebagai langkah penataan sektor pertambangan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, KNPI Pohuwato juga menyatakan dukungan terhadap investasi pertambangan yang dijalankan oleh Merdeka Copper Gold beserta anak perusahaannya. Namun, dukungan ini tidak diberikan secara tanpa syarat. KNPI menegaskan bahwa aktivitas investasi harus tetap memperhatikan dan tidak mengabaikan hak-hak masyarakat penambang lokal.

Lebih jauh, KNPI menyatakan kesiapan untuk turun langsung mendampingi masyarakat dalam memperjuangkan hak atas tali asih maupun bentuk kompensasi lainnya. Hal ini terutama ditujukan bagi warga yang telah mengelola lahan secara turun-temurun, baik yang berada dalam wilayah konsesi 100 hektare maupun di luar area tersebut.

Ketua KNPI Pohuwato, Fardiyanto Mohi, menegaskan bahwa sikap ini merupakan wujud keseriusan pemuda dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di daerah.

“Ini adalah bentuk itikad dan keseriusan kami sebagai pemuda Pohuwato. Di tengah dinamika yang semakin kompleks, kami menyatukan sikap untuk turut mengambil peran dan memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Deklarasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemuda tidak lagi hanya menjadi penonton dalam polemik pertambangan di Pohuwato, melainkan siap menjadi bagian dari solusi di tengah tarik-menarik kepentingan antara investasi dan hak masyarakat lokal.

(Bang/hariandata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *